Tetap Narik Di Tengah Wabah Corona, Supir Angkot Ini Nangis Ketika Diberi Bantuan


Jumlah kasus infeksi Virus Corona (Covid-19) yang semakin meningkat setiap harinya membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan sepert himbauan untuk bekerja dan belajar di rumah.

Kebijakan tersebut bedampak pada beberapa pihak seperti murid sekolah dan para pekerja. Kebijakan ini juga sangat berpengaruh nesar pada supir angkutan kota (angkot). Jumlah penumang yang menurun drastis akiba dari aktivitas perkantoran dan nak sekolah yang terhenti .

Sebuah akun Instagram bernama @doa_muslimah membagikan sebuah cerita sorang supir angkot yang terharu hingga menangis setelah mendapat bantuan sembako dari seorang warga.

“Sopir angkot ini menangis terharu diberikan sembako oleh warga, moga rezekinya lancar ya pak,” tulis akun @doa_muslimah.

Video yang viral di media sosial dan sudah di tonton lebih dari 12 ribu kali itu memperlihatkan seorang pria yang berprofesi sebagai supir angkot yang tidak kuasa menahan tangisnya karena mendapat bantuan berupa sembako.

Para supir angkot ini memang sedang berada dalam situasi yang sulit karena pendapat yang menurun drastis dan harus tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga di tengah wabah Virus Corona yang semakin meluas.

Unggahan yang viral ini pun banyak mendapat tanggapan positif dari netizen. Banyak dari mereka yang ikut memberikan semangat kepada orang-orang yang masih harus bekerja di tengah pendemi Corona.

Seperti yang ditulis oleh akun @awywardah88, ia berharap semakin banyak orang yang membantu sesama. Masyarakat sangat berharap pendemi Corona ini segera berkahir.

“Amin ya Allah sehat terus ya pa ya Allah moga mslh ini cpet SLS biar semua nya normal seperti biasa ga tega moga bnyk rejeki pak diksh umur pajng dan kesehatan ya pak,” tulis @ad.inda1566.

“Semoga makin bxk yg memberi pd sodara qt yg susah,,kt tdk prnh tw apa mrka msh sdh makan ato cmn tahan lapar,” tulis @awywardah88.

SUPIR INI MENANGIS :'(

Kisah Pilu Supir Angkot yang Tetap Narik Di Tengah Wabah Corona

LihatTutupKomentar