Ngeri, Kapolsek Disandera Ratusan Warga dan Ditikam


NGERI !!

Kapolsek Disandera Ratusan Warga dan Ditikam

Berusaha menindaklanjuti aktivitas penambang peti ilegal beserta alat berat di sungai Desa Batu Kerbau, tujuh anggota polisi termasuk Kepala Polsek Pelepat Kabupaten Bungo, Jambi Suhendri malah disandera dan diserang warga desa.

Kapolres Bungo Tri Saksono menjelaskan awalnya razia tambang peti mas di Desa Batu Kerbau dilakukan oleh Tim gabungan.

Namun karena kendala hujan dan akses jalan tidak bisa dilalui puluhan orang tim, akhirnya hanya Kapolsek bersama 6 anggota Buser yang turun.

“Saat Minggu, 10 Mei 2020, sekitar pukul 10.00 WB, pihak tim kepolisian terus lanjut ke tempat penambangan peti sebanyak 7 orang demi menangkap diduga para pelaku penambangan.

Namun, saat mau balik sekitar 21.30 WIB, (anggota) dihadang ratusan masyarakat yang saat itu sudah ditangkap diduga pelaku penambang peti ilegal beserta alat berat yang telah disita,” ungkapnya, dilansir Viva.co.id.

Suhendri selaku Kapolsek lantas turun menghadap massa yang diperkirakan berjumlah 400 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan, untuk meminta secara baik-baik memberikan jalan bagi petugas.

“Saat dihadang, Kapolseknya meminta agar menyingkir karena mereka mau lewat, namun masyarakat tetap bertahan di tempat,” lanjut Kapolres.

Beberapa saat kemudian, massa langsung bertindak. Mereka mengeroyok Kapolsek, dan menyerang mobil petugas dengan melemparkan batu dan kayu.

“Akibat dilakukan pengeroyokan tersebut satu orang anggota polisi mengalami luka tusuk di bagian pantat dan mobil yang digunakan kaca depan dan samping pecah, akibat pukulan massa serta 2 orang pelaku lepas melarikan diri serta barang bukti hilang diambil massa lagi,” jelas Kapolres.

Mendapati informasi tersebut, pihak kepolisian langsung mengerahkan ratusan personil TNI dan Polisi ke lokasi sekitar pukul 23.45 WIB.

LihatTutupKomentar