Dagangan Ayahnya Sepi Pembeli Akibat Corona, Sang Anak Minta Bantuan Lewat Twitter


Dagangan Ayah Sepi, Sang Anak Minta Bantuan Lewat Twitter

Malah Ini yang Terjadi Pada Dagangan Ayahnya :

Inilah sisi luar biasa dari media sosial, apabila digunakan secara tepat dan bijak. Media sosial akan memberikan manfaat tak terduga, seperti apa yang telah diperoleh pengguna Twitter @deisik161099.

Pemilik akun yang merupakan seorang wanita bernama Anisah ini baru saja merasakan kekuatan dari media sosial yang kini berhasil menambah pemasukan dagangan ayahnya.

Sebelumnya, lapak dagang bubur ayahnya sepi dari pembeli, dampak dari pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan hingga saat ini.

Dari yang dulunya ramai pembeli, kini menjadi sepi hingga mempengaruhi pendapatan. Sementara ada keluarga yang harus tetap dinafkahi, serta membiayai pendidikan anak terutama Anisah yang disibukkan praktek untuk menyelesaikan tugas akhir, yang tentunya memakan banyak biaya.

Hal inilah yang membuat Anisah sampai memutuskan mempromosikan dagangan ayahnya dan meminta warganet khusus domisili Kota Tangerang untuk membeli bubur dagangan ayahnya.

“Waktu itu bingung apa yang harus saya lakukan untuk keluarga yang sedang menghadapi keadaan sulit. Saya sedang kuliah di tingkat akhir, biasanya saya jualan kerudung untuk membantu ekonomi keluarga. 

Kalau saat pandemi tidak ada modal untuk jualan. Untuk transport aja mikir-mikir. Untuk itu saya buat twit untuk menggugah hati orang Tangerang untuk membeli dagangan ayah saya,” tutur Anisah, dilansir Tribunnews.com.

Tanpa disangka, media sosial menunjukkan kekuatan. Dengan cepat, cuitan Anisah menarik perhatian warganet hingga berimbas pada peningkatan penjualan bubur milik ayahnya. Dagangan ayahnya kini naik 40 hingga 50 persen.

Ucapan terima kasihnya pun langsung ia torehkan kepada warganet dan para pembeli yang sudah mau membantu keluarganya.

“Terima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu, mendoakan, dan memotivasi saya dan keluarga. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah, aamiin,” ucap dia.

LihatTutupKomentar