Cinta Sejati Kakek Arifin, Menanti Pujaan Hati di Emperan Toko Selama 41 Tahun


Cinta Sejati Kakek Arifin, Menanti Pujaan Hati di Emperan Toko Selama 41 Tahun

Ketika sudah bertemu dengan sosok pujaan hati, kadang kala seseorang rela untuk mengorbankan banyak hal untuk orang tersebut. Mulai dari waktu, tenaga, uang, dan hal-hal lainnya untuk membuktikan kesetiaan cintanya.

Baru-baru ini, tengah viral kisah cinta mendiang Kakek Arifin asal Malang, Jawa Timur. Pria yang akrab disapa Mbah Gombloh ini semasa hidupnya selalu duduk di sebuah emperan toko di tempat yang sama setiap hari.

Disebutkan bahwa Kakek Arifin ini telah melakukan kebiasaan tersebut sejak tahun 1970-an. kabar menyebutkan sang kakek berbuat hal itu selama 41 tahun karena ia sedang menanti kekasihnya.

Seperti apa kisah kakek Arifin? Berikut ulasan lengkapnya.

Pria yang diketahui bernama Kakek Arifin atau Mbah Gombloh ini semasa hidupnya nampak selalu duduk di emperan sebuah toko di kawasan Kayutangan, Malang. Ia pun berpakaian dengan rapi seolah tengah menanti kehadiran seseorang.

Dilansir dari postingan Muhammad Nur Yusron dari grup Facebook cocoklogisciencev10 yang diunggah 9 Februari 2021, penantian Kakek Arifin di emperan toko ini telah dilakukannya sejak tahun 1970-an.

Namun informasi lain menyebutkan Kakek Arifin sudha melakuannya di tahun 1980-an dan 1990-an. Tak ada yang tahu pasti kapan kakek ini mulai melakukan hal tersebut.

" Menurut cerita, si kakek terpisah dengan kekasihnya pada suatu hari ketika terjadi peristiwa politik di Kota Malang. Menariknya, pasangan ini saling berjanji akan bertemu lagi di tempat yang sama di mana si kakek menanti itu jika situasi kota sudah aman." tulis Muhammad Nur Yusron.

Kakek Arifin selalu berusaha untuk memenuhi janji yang telah ia buat bersama sang pujaan hati tersebut. Namun sayang, perempuan yang dimaksud itu tak kunjung datang. Tak diketahui pula apa alasan perempuan itu tidak datang, Kakek Arifin bahkan tak tahu bagaimana kondisi pujaan hatinya tersebut masih hidup atau sudah tiada.

Satu hal yang ia tahu pasti yakni keyakinannya terhadap janji cinta sejati tak pernah luntur. Maka dari itu, kesetiaannya ini membuatnya selalu bersemangat untuk menempuh perjalanan 46 Kilometer dari kediamannya di Ngantang ke kawasan pertokoan di Kayutangan setiap harinya.

Kakek Arifin selalu menunggu di tempat yang sama dengan penuh harapan suatu hari pujaan hatinya akan muncul di tempat tersebut mencari dirinya. Kendati demikian, hingga akhir ajalnya, perempuan tersebut tak juga muncul.

" Awal tahun 2018 menjadi akhir dari penantian Kakek Arifin. Usai ditemukan terkulai lemas di trotoar dengan kelopak mata lebam karena terbentur sesuatu, ia dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar. Namun, kondisinya yang parah membuat nyawanya tak tertolong, kabarnya si kakek menjadi korban tabrak lari orang tidak bertanggung jawab," ungkap Muhammad Nur Yusron.

Meski kisah penantian Kakek Arifin ini selesai tidak dengan akhir yang bahagia, namun kisah kesetiaannya pun terus di kenang oleh orang-orang yang pernah berpapasan dengannya. Harapannya agar kisah ini dapat di dengar oleh khayalak luas dan membuktikan bahwa cinta sejati itu memang benar adanya.

LihatTutupKomentar