Hati Hati Penipuan Modus COD, Seperti ini Cara Kerjanya dan Jangan Sampai Jadi Korban


Hati Hati Penipuan Modus COD, Seperti ini Cara Kerjanya dan Jangan Sampai Jadi Korban

Pembayaran dalam bela**a online kini semakin menyenangkan, karena semakin banyak sistem pembayaran yang dapat dipilih di e-commerce atau online shop.

Sistem cash on delivery (COD), satu diantaranya. Metode pembayaran yang dilakukan pada saat pengiriman atau menerima barang ini dinilai mudah dan cepat, 

dan pastinya juga menguntungkan bagi costumer, karena dalam metode COD ini konsumen dapat memeriksa terlebih dahulu barang yang sudah dibelinya, apakah sesuai deskripsi barang atau tidak.

Pada intinya, sistem pembayaran ini mudah dilakukan atau minim resiko. Akan tetapi, metode pembayaran ini tak selalu menyajikan kelebihan, pasti juga ada kekurangannya.

Ya, baru-baru ini terungkap modus kejahatan berkedok COD. Seorang oknum tak bertanggungjawab memanfaatkan metode pembayaran ini untuk melakukan tindak kejahatan, seperti kisah yang dijelaskan oleh pengguna Twitter @cudble dalam twitnya, Kamis (28/1).

Berdasarkan pengalaman nyatanya, ia mengalami modus penipuan COD dari online shop yang berbeda dan jasa ekspedisi yang berbeda juga.

Semula berawal saat wanita yang akrab disapa Gesya ini kedatangan dua paket pada hari Kamis pagi.

“Aku bangun tidur kedatangan kurir (sudah kenal sebelumnya karena sering antar paket) membawa 2 paket dengan pembayaran COD. Satu disebut atas namaku, satunya paket atas nama nenek aku,” kata Gesya, dilansir Kompas.com.

Gesya sontak dibuat bingung dengan kedatangan paket tersebut. Karena selain merasa tidak melakukan pembelian di online shop, dia juga tidak pernah menggunakan metode pembayaran tersebut.

“Pembayarannya COD, yang mana aku enggak pernah order barang dengan pembayaran metode COD, pasti langsung bayar setelah checkout,” ucap dia.

“Akhirnya karena aku enggak merasa beli, aku kembalikan lagi paketnya ke kurir. Nominal yang tertera juga lumayan mahal. Kurirnya juga bingung karena biasanya aku pengiriman barang enggak pernah COD,” lanjutnya.

Dari kejadian tersebut, Gesya mengaku alami kerugian, bocornya identitas dan alamat rumah miliknya. Dia pun khawatir data diri dan alamat rumahnya kembali dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Untuk itu, selalu pastikan sampah bela**a online, data diri yang melekat pada paket bela**a online harus disobek agar tidak menjadi peluang kejahatan dengan memanfaatkan data diri.

LihatTutupKomentar