Kisah Guru Rela Lawan Arus Demi Antar Tugas Siswa, Jalan Kaki Sejauh 4 KM


Kisah Guru Rela Lawan Arus Demi Antar Tugas Siswa, Jalan Kaki Sejauh 4 KM

Viral di media sosial video berdurasi lebih dari 3 menit yang menampilkan lima orang guru menyeberangi sungai tanpa jembatan.

Dari video tersebut, kelima guru hendak mengantarkan tugas ke 73 siswa Sekolah Dasar Negeri Lumbung.

Mereka juga harus melewati jalan terjal dan berjalan kaki hingga sejauh 4 kilometer.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di Desa Maidang, Kecamatan Kambata, Mampabuhang, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas Kepala SDN Lumbung Fransiskus Xaverius Geroda membenarkan dirinya dan 4 gurunya yang menyeberangi sungai tersebut.

Fransiskus menuturkan, kejadian yang terekam kamera tersebut terjadi pada 28 Januari 2021.

Kejadian tersebut direkam oleh satu orang guru yang mengajar di SDN Lumbung.

"Kalau di video itu persis terjadi dua minggu lalu, pada tanggal 28 Januari (2021). Yang ambil videonya itu kebetulan teman guru yang duluan ke sebelah kali," kata Fransiskus kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (15/2/2021) malam.

Fransiskus menceritakan kisahnya menyeberangi sungai bersama guru-guru SDN Lumbung.

Pada pukul 12.30 Wita, ia bersama sejumlah guru mengantar tugas ke 73 siswa SD nya karena belajar mengajar masih dilakukan secara dalam jaringan (daring).

Ia mengungkapkan, sekolah tersebut menerapkan belajar di rumah. Pasalnya di wilayah mereka tak bisa melakukan sistem belajar secara online karena tak adanya jaringan dan listrik.

Selain itu, Desa Maidang juga merupakan wilayah terisolasi dan memiliki jarak dengan ibu kota Sumba sejauh 49 km.

Dalam video terdapat lima orang guru terdiri dari tiga guru laki-laki dan dua perempuan.

Mereka diketahui hendak mengantarkan tugas ke siswa didiknya. Meski guru tersebut rela melawan arus sungai, tugas-tugas bagi anak didik mereka tak basah.

Pasalnya tugas diberi kantong agar tugas-tugas tidak terkena air sungai.

"Kertas (yang berisikan tugas siswa) tidak basah karena ada kantongnya. Semuanya kami simpan dalam kantong plastik dan diisi dalam tas," ungkap Fransiskus.

Mereka juga harus berjalan kaki dengan kondisi jalan terjal sejauh 4 kilometer.

Fransiskus menuturkan, pihaknya harus melewati jalan tersebut karena tak ada akses jalan raya.

Guru-guru SDN Lumbung tersebut akan memberikan tugas baru dan mengambil tugas lama dari 73 peserta didiknya.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

LihatTutupKomentar